Mengenal Perbedaan Jenis Kulit Hewan yang Sering Dijadikan Produk Handel Kulit Untuk Keranjang Rotan

Tags :
Date :25 Januari 2015

Kulit hewan merupakan kulit yang paling sering ditemukan dan digunakan untuk produk-produk handel kulit seperti jaket kulit,  dan sebagainya. Tapi, tahukah kamu, bahwa masing-masing kulit hewan itu punya karakteristik yang berbeda-beda, mulai dari kekuatan hingga teksturnya. Karena itu, beberapa kulit lebih cocok digunakan untuk membuat produk handel kulit tertentu, tapi tidak cocok untuk produk lain.

Di artikel kali ini kita akan membahas berbagai macam kulit hewan yang paling umum digunakan untuk membuat produk handel kulit di Indonesia.

 

1. Sapi

jenis-kulit-hewan-produk-handmade-kulit-sapi

Kulit sapi adalah kulit yang paling umum dan sering digunakan karena mudah ditemukan. Tapi meskipun begitu, kulit sapi tetap punya tekstur dan permukaan seperti kerikil-kerikil kecil yang bagus dan menarik. Kulit sapi juga tahan air dan debu serta mudah dirawat. Selain itu, kulit sapi juga cukup tebal, membuatnya menjadi kulit yang cukup kuat dan tahan lama, tapi juga berat.

Kulit sapi digunakan untuk membuat hampir semua produk handel, mulai dari pakaian seperti jaket, sepatu, tas, dan aksesoris seperti dompet, sarung tangan, ikat pinggang, dan sebagainya.

2. Banteng

jenis-kulit-hewan-produk-handmade-kulit-buanteng

Kulit banteng sebenarnya kurang lebih sama dengan kulit sapi. Bedanya, kulit banteng lebih kuat dan tebal daripada kulit sapi, serta pola pada teksturnya lebih jelas. Penggunaannya juga mirip dengan kulit sapi, tapi lebih dipilih dalam pembuatan produk handel kulit yang menuntut daya tahan yang bagus, misalnya sepatu, karpet/permadani, jaket, dan sebagainya.

3. Kambing

jenis-kulit-hewan-produk-handmade-kulit-kambing

Sama seperti kulit sapi, kulit kambing juga cukup mudah ditemukan, tapi tidak kalah dari kulit sapi. Bahkan, kulit kambing bisa dibilang lebih halus tapi tetap kuat dan tahan lama. Selain itu, kulit kambing juga termasuk lebih ringan jika dibandingkan dengan kulit sapi.

Karena lebih halus tapi tetap kuat, kulit kambing biasanya digunakan untuk membuat karpet atau produk handel kulit lain yang memerlukan permukaan yang halus tapi kuat (misalnya sarung tangan atau tas tangan).

4. Domba

jenis-kulit-hewan-produk-handmade-kulit-domba

Kulit domba adalah kulit yang sangat halus, lembut, dan nyaman digunakan. Kulit domba juga sangat ringan dan bisa menyerap air dengan baik. Tapi sebagai kompensasinya, kulit domba tidak begitu kuat jika dibandingkan dengan kulit sapi, sehingga sebaiknya tidak digunakan untuk membuat pakaian seperti jaket untuk berkendara atau bepergian.

Kulit domba bisa digunakan bersama dengan wolnya untuk jaket fashion, rombi, karpet, dan sebagainya.

5. Buaya

jenis-kulit-hewan-produk-handmade-kulit-buaya

Kulit buaya adalah salah satu kulit yang cukup mahal, baik secara mentah atau jika dijadikan sebuah produk handel kulit. Bagaimana tidak, kulit buaya punya lapisan yang membuatnya sangat tebal, kuat, dan tahan lama, serta memiliki permukaan yang sangat unik dan indah. Selain itu, kulit buaya juga cukup sulit untuk diproses.

Karena tingkat kesulitan pembuatan, kualitas, serta keindahannya, kulit buaya biasanya dibuat menjadi produk handel mewah atau luxury seperti tas tangan, dompet, sepatu boots, ikat pinggang, dan sebagainya.

6. Ular

jenis-kulit-hewan-produk-handmade-kulit-ular

Kulit ular pada umumnya halus, lembut, dan tipis (sehingga tidak begitu kuat). Tapi satu hal yang unik dari kulit ular adalah teksturnya yang unik berkat sisik-sisiknya, serta coraknya yang sangat menarik dan indah.

Karena corak dan teksturnya ini, kulit ular biasanya dijadikan tas tangan, dompet, dan juga sepatu.


Selain enam kulit hewan tadi, masih ada lagi beberapa kulit hewan yang bisa digunakan untuk membuat produk handel seperti rusa, hiu, kanguru, burung unta, unta, dan sebagainya. Tapi hewan ini jarang ditemui di Indonesia sehingga kulitnya juga jarang ditemui (kalaupun ada, pasti sangat mahal).